adalah tempat untuk memasang iklan produk Anda secara gratis! Jangkau pembeli produks Anda secara luas lewat Iklan Sumatera dan dapatkan jangkauan lebih luas dibanding iklan baris konvensional
Beranda » » Kronologi Kerusuhan Terkait Penolakan Relokasi Pengungsi Sinabung di Karo

Kronologi Kerusuhan Terkait Penolakan Relokasi Pengungsi Sinabung di Karo

Ditulis pada: 9 September 2018 | Kategori:

Terjadi kerusuhan di Karo, Sumatera Utara (Sumut). Massa menolak rencana relokasi mandiri korban erupsi Gunung Sinabung. Mereka konflik dengan pengembang. 1 Orang tewas dan 1 orang terluka.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwonugroho, dalam rilisnya, Sabtu (30/7/2016), menjelaskan, relokasi mandiri tahap 2 dilakukan terhadap 1.683 KK di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Warga desa Lingga menolak. Berikut kronologi kejadian yang menelan korban tersebut.

Jumat, 29 Juli
Pukul 12.20 WIB
Pengembang membongkar pagar sepanjang 150 meter dan lebar 4 meter. Pagar ini sebelumnya dipasang oleh warga Desa lingga sebagai tanda bahwa lahan itu merupakan jalan tembus ke desa.

Pukul 14.20 WIB
Pembongkaran selesai. Situasi aman dan kondusif.

Pukul 14.30 WIB
Massa datang ke pos polisi dan memprotes tindakan pengembang.

Pukul 14.45 WIB
150 Orang terdiri dari ibu-ibu dan pria memblokir jalan umum, tepatnya di depan tenda pos polisi. Akibatnya jalan Kabanjahe Simpang Empat macet total.

Pukul 15.30 WIB
Massa membuka jalan dan bersama-sama menuju pagar yang dibongkar. Mereka berencana membangun pagar lagi.

Pukul 17.30 WIB
70 Wanita datang ke tenda pengamanan polisi dan menanyakan pelaku pembongkaran pagar. Karena tidak mendapatkan jawaban, mereka balik kanan dan melaporkan ke warga.

Pukul 18.00 WIB
400-an orang datang ke tenda polisi. Ada provokasi dan teriakan ‘Serang! Bakar! Bunuh!” Sekitar 15 polisi lari dan meminta bantuan ke Polres Karo. Selanjutnya, massa membakar tenda polisi dan alat berat.

Polisi tiba di lokasi dan meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Mereka mengamankan 5 orang. Yakni Eddi Sitepu, James Sinulingga, Nahason Sinuraya, Modal Sinulingga, dan Sugiarto. Ke-5 orang ini dibawa ke Polres Karo.

Pukul 22.20 WIB
200-an Orang datang ke Polres Karo, kemudian melempari Mapolres dengan batu. Polisi mengeluarkan tembakan peringatan dan gas air mata.

Setelah massa bubar diketahui ada 1 orang yang meninggal atas nama Adi Purba (40) dan satu orang terluka (Ganepo Tarigan).

“Suasana terakhir, keadaan sudah dapat dikendalikan. Polisi siaga,” kata Sutopo.

Menurut Sutopo, relokasi pengungsi Sinabung awalnya direncanakan di Desa Siosar dengan mengunakan Lahan APL (Areal Pengguna Lain) seluas 250 hektare. Lahan 250 hektare ini cukup untuk menampung warga relokasi tahap I (370 KK) dan tahap II (1.683 KK). Selain perumahan, juga butuh ketersediaan lahan untuk pertanian.

“Untuk keperluan lahan pertanian relokasi tahap I sudah keluar izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan seluas 416 hektar, sehingga untuk tahap I sudah terpenuhi bantuan rumah dan bantuan lahan pertanian,” papar Sutopo.

Sedangkan untuk relokasi tahap ke II (1.683 KK) sesuai usul Pemkab Karo ke Menteri LHK dibutuhkan lahan untuk pertanian seluas 975 hektare. Namun sampai saat ini izin pinjam pakai dari Kementerian LHK belum keluar sehingga pilihan relokasi tahap II disepakati adalah relokasi mandiri dimana masyarakat mencari lahan sendiri di luar daerah merah sesuai rekomendasi PVMBG.

“Dalam hal ini, BNPB sudah menyalurkan dana hibah sebesar 190,6 miliar yang masuk ke APBD Kab Karo sejak Desember 2015. Masing-masing Kepala Keluarga mendapat bantuan sebesar Rp 110 juta yaitu untuk dana rumah Rp 59,4 juta dan dana untuk usaha pertanian Rp 50,6 juta,” rinci Sutopo.

Mengingat dana tersebut masuk ke APBD Karo, kata Sutopo, maka mekanisme penganggaran dan pelaksanaan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemkab Karo. BNPB hanya memberikan pendampingan.

Sumber: detik.com

Kronologi Kerusuhan Terkait Penolakan Relokasi Pengungsi Sinabung di Karo | IKLAN SUMATERA

Tags: kerusuhan, pengungsi, sinabung

Belum ada Komentar untuk Kronologi Kerusuhan Terkait Penolakan Relokasi Pengungsi Sinabung di Karo

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

r Artikel Blog Terbaru
Musi Triboatton

Wisata Olahraga Musi Triboatton 2016 diramaikan 16 Tim Dayung

P 1 November 2018 ,

  Kegiatan olahraga wisata International Musi Triboatton 2016 yang akan berlangsung di Sumatera Selatan pada 11-15 Mei 2016 akan diramaikan oleh sebanyak 16 tim dayung yang sudah siap untuk bertanding. Kegiatan ini adalah untuk mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful... Selengkapnya)

Sejarah Geologi Sesar Sumatera

Sejarah Geologi Sesar Sumatera

P 30 October 2018 ,

Sesar Sumatra atau sering juga disebut sesar Semangko adalah jalur patahan yang memanjang mulai dari Aceh di utara hingga ke daerah Lampung. Sesar Sumatra adalah bagian dari Tatanan Tektonik Indonesia. Sebelum kita mengenal lebih jauh, sebelumnya kita kenal dulu tatanan... Selengkapnya)

Danau Di Pulau Sumatera

Nama-Nama Danau Di Pulau Sumatera

P 28 October 2018 ,

Dapatkan Informasi Kawasan Wisata Danau Toba dan sekitarnya di TUTOBA.   At Listify our purpose is to help people find great local businesses like attractions, hotel, feature and restaurants. Go Explore! A Journey Wonderful Lake Toba.   TUTOBA atau Direktori... Selengkapnya)

Kopi Sumatra

Kopi Sumatra di Balik Filosofi Kopi

P 27 October 2018 ,

Kopi Sumatra merupakan salah satu varietas kopi yang berasal dari Pulau Sumatra yang bertekstur paling halus dan bercita rasa paling berat di antara beragam kopi di dunia. Untuk menyuguhkan secangkir kopi salah satu penentu adalah kopi yang digunakan untuk membuat minuman kopi menjadi filosofi kopi... Selengkapnya)

Orangutan Sumatra

Orangutan Sumatra

P 25 October 2018 ,

Orangutan Sumatra Orangutan Sumatera atau Pongo abelii adalah jenis orangutan yang hidup di hutan Sumatra maka termasuk hewan endemik dari Pulau Sumatra, namun sekarang hanya ditemukan di hutan-hutan Sumatra bagian tengah dan utara saja. Terdapat sekitar 13 daerah populasi orang... Selengkapnya)

Twitter@disumatera

Please fill all widget settings!