adalah tempat untuk memasang iklan produk Anda secara gratis! Jangkau pembeli produks Anda secara luas lewat Iklan Sumatera dan dapatkan jangkauan lebih luas dibanding iklan baris konvensional
Beranda » » Letusan Gunung Sinabung Setelah Tertidur Ratusan Tahun

Letusan Gunung Sinabung Setelah Tertidur Ratusan Tahun

Ditulis pada: 6 September 2018 | Kategori:

Letusan gunung sinabung sudah terjadi berkali-kali sejak tahun 2010
Letusan Gunung Sinabung
Gunung Sinabung adalah salah satu gunung yang ada di pulau Sumatera gunung api yang berada di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Dalam bahasa setempat yaitu bahasa Karo gunung ini dinamakan Deleng Sinabung. Gunung ini memiliki puncak dengan keinggian 2.460 meter dari permukaan laut. Gunung lain yang merupakan gunung api aktif yang sama-sama di daerah tanah karo adalah gunung Sibayak. Sebelumnya yang dikenal sebagai gunung api aktif adalah Gunung Sibayak tersebut, sebab tercatat sejak tahun 1.600 tidak pernah ada kegiatan atau letusan pada Gunung Sinabung.
Namun setelah tertidur panjang, Gunung Sinabung bangun dari tidur panjangnya selama 400 tahun, letusan demi letusan terus terjadi mulai tahun 2010 hingga saat ini. Berikut adalah catatan kejadian letusan gunung Sinabung.
Letusan gunung Sinabung 29 Agustus 2010.
Tepatnya dini hari pukul 00.15 WIB Gunung Sinabung meletus dan mengeluarkan lava dari puncaknya. Akibat dari letusan ini sebanyak 12.000 warga sekitar gunung diungsikan ke tempat delapan penampungan. Karena banyaknya yang harus diungsikan jumlah penampungan mencapai delapan lokasi. Pada letusan ini abu yang dimuntahkan dari sebelah barat daya menuju arah timur.
Letusan gunung Sinabung tanggal 3 September 2010
Gunung Sinabung kembali menunjukkan keaktifannya hanya beberapa hari sejak letusan sebelumnya. Pada letusan kali ini terjadi dua kali kejadian letusan gunung api yang pertama pada pukul 04.45 WIB lalu disusul letusan kedua pada pukul 18.00 WIB. Semburan vulkanis mencapai ketinggian 3ooo meter dari puncak gunung Sinabung pada saat letusan pertama dan pada letusan kedua ditandai dengan gempa vulkanis yang pengaruhnya hingga radius 25 km dari gunung Sinabung.
Letusan gunung Sinabung tanggal 7 September 2010
Dengan memuntahkan debu vulkanis hingga lebih dari 5 km ke udara dan suaranya yang terdengar hingga radius 8 km merupakan letusan terbesar sejak gunung Sinabung menunjukkan keaktifannya. Pada saat itu status gung Sinabung dinaikkan menjadi status Awas.
 
Letusan gunung Sinabung bulan September 2013
Setelah letusan yang besar pada 7 September 2010 gunung Sinabung hanya tenang bebebrap saat karena kemudian pada tahun 2013, gunung api ini menunjukkan kembali geliatnya pada bulan September 2013. Dimana ada beberapa kali letusan yang tercata sebagai berikut:
Tanggal 15 September 2013 letusan terjadi pada dini hari. Disusul letusan lagi pada sore harinya.
Pada tanggal 17 September 2013 terjadi dua letusan yang pertama pada siang hari kemudian sorenya disusul oleh letusan kedua. Pada lutusan ini gunung Sinabung melepaskan awan panas dan debu vulkanik yang penyebarannya mencapai kawasan Berastagi hingga ke Sibolangit. Ribuan pengungsi harus diselamatkan akibat hujan abu vulkanik gunung Sinabung ini. Status Gunung Sinabung dinaikkan ke level 3 menjadi Siaga. Setelah aktivitas cukup tinggi selama beberapa harilalu mulai menurun pada tanggal 29 September 2013 status diturunkan menjadi level 2, Waspada. Namun demikian, aktivitas tidak berhenti dan kondisinya fluktuatif.
Letusan Gunung Sinabung bulan November
Pada bulan November ditandai denganterjadi peningkatan aktivitas dengan letusan-letusan yang semakin menguat, sehingga pada tanggal 3 November 2013 pukul 03.00 status dinaikkan kembali menjadi Siaga. Gunung Sinabung mengeluarkan awan panas hingga mencapai jarak 1,5 km. Akibatnya harus dilakukan pengungsian penduduk di desa-desa dengan jarak 5 km dari gunung Sinabung. Akibat rangkaian letusan ini, Kota Medan yang berjarak 80 km di sebelah timur terkena hujan abu vulkanik. Pada tanggal 24 November 2013 pukul 10.00 status Gunung Sinabung dinaikkan ke level tertinggi, level 4 (Awas).Penduduk dari 21 desa dan 2 dusun harus diungsikan.
20 November 2013; terjadi enam kali letusan sejak dini hari.
23 November 2013; terjadi lagi empat kali letusan semenjak sore.
24 November  2013; letusan terjadi sebanyak  lima kali. Terbentuk kolom abu setinggi 8000 m di atas puncak gunung.
Status level 4 (Awas) ini terus bertahan hingga memasuki tahun 2014.
3 Januari 2014 peristiwa kegempaan, letusan, dan luncuran awan panas terus-menerus sampai hari berikutnya.
4 Januari 2014 terjadi Guguran lava pijar dan semburan awan panas masih terus terjadi terus menerus. Rentetan aktifitas gunung Sinabung ini, memaksa tambahan warga untuk mengungsi, hingga melebihi 20 ribu orang. karena kondisi ini bertahan terus, pada minggu terakhir Januari 2014 kondisi Gunung Sinabung mulai stabil dan direncanakan pengungsi yang berasal dari luar radius bahaya (5 km) dapat dipulangkan. Namun sehari kemudian ternyata 14 orang menjadi korban tewas dan 3 orang luka-luka terkena luncuran awan panas ketika sedang mendatangi Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung  yang memang masuk  kedalam zona bahaya I.
http://www.dw.com/
Akibat Letusan Gunung Sinabung
Letusan Gunung Sinabung yang terjadi secara terus menerus ini menjadi bencana nasional paling fenomenal di Indonesia bahkan di dunia. Tak ada yang mempunyai dugaan bahwa gunung yang sudah lama tidak aktif dan ratusan tahun tertidur itu tiba-tiba meletus secara tiba-tiba. Aktifitas gunung Sinabung yang mengeluarkan lava pijar dan abu vulkanik terus menerus tanpa berhenti mengakibatkan Korban  berjatuhan dalam jumlah yang banyak hingga ratusan membawa duka buat keluarga dan bagi bangsa Indonesia.
Beberapa fenomena pada gunung Sinabung bisa kita simak bersama sebagai berikut:
Pernah terjadi letusan pada 800 tahun yang lalu
Penelitian tahun 2010 menemukan bukti terjadinya letusan pada waktu 800 tahun yang lalu yang dibuktikan dengan penemuan fosil kayu yang terbakar dan  terkubur hingga kedalaman 20 meter dari permukaan saat ini. Lokasi tempat penemuan fosil phon ini adalah di Desa Berastepu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Gunung Sinabung terdaftar sebagai gunung api mati karena sudah tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1.600.
Lokasi letusannya tidak di lokasi puncak
Umumnya gunung api memuntahkan letusannya pada bagian puncak gunung yang menjadi bagian tengah gunung api. Namun fenomena gunung Sinabung berbeda dengan gunung api lainnya karena memuntahkan letusan bukan dibagian tengah tetapi pada bagian samping gunung.
Salah Duga letusan
Dengan kondisi catatan dan aktifitas saat ini sebenarnya yang diawasi dan ditakuti mengalami letusan dahsyat adalah Gunung Sibayak, bukan gunung Sinabung. Gunung Sibanayak adalah gunung yang dicatat sebagai gunung api aktif dan pernah tercatat mengalami letusan pada tahun 1881. Tanpa diduga ternyata Gunung Sinabung yang meletus dengan dahsyat dan erupsinya terjadi terus menerus beberapa yahun terakhir.
Keanehan awan debu vulkanik
mdominikus.blogspot.com
Keanehan Bentuk Awan Abu Gunung Sinabung
Beberapa orang mengatakan bahwa pada saat kejadian erupsi Sinabung, abu vulkanik yang dilepaskan ke udara membuat bentuk seperti  orang berdoa. Fenomena ini membuat banyak orang merasakan keanehan karena umumnya awan abu vulkanik yang naik ke atas akan membentuk awan yang dipengaruhi arah angin yang terjadi saat letusan terjadi.
Anak Gunung Toba yang Dahsyat
 
Gunung Toba dikenal sebagai gunung dengan letusan paling dahsyat di dunia yang terjadi lebih dari 70.000 tahun yang lalu. Erupsinya yang terjadi saat itu diyakini telah membuat kehidupan manusia hampir musnah karena dampaknya yang sangat dahsyat dan hampir mempengarui seluruh muka bumi. Gunung Api Toba ini menyisahkan bentuk kaldera Toba yang menjadi bentuk Danau Toba saat ini. Sisa aktifitas Gunung membentuk juga Gunung Sibayak dan GunungSinabung
Letusan gunung api dengan waktu erupsi terpanjang di Indonesia
Kejadian letusan gunung Sinabung yang mulai erupsi sejak Agustus 2010 memecahkan rekor erupsi terlama gunung api di indonesia yang sebelumnya tercatat oleh gunung bromo dengan waktu erupsi mencapai 7 bulan. Ini menjadi suatu fenomena geologi yang menarik.

Letusan Gunung Sinabung Setelah Tertidur Ratusan Tahun | IKLAN SUMATERA

Tags: Gunung api, Gunung Sinabung, Letusan, Sumut

Belum ada Komentar untuk Letusan Gunung Sinabung Setelah Tertidur Ratusan Tahun

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

r Artikel Blog Terbaru
Musi Triboatton

Wisata Olahraga Musi Triboatton 2016 diramaikan 16 Tim Dayung

P 1 November 2018 ,

  Kegiatan olahraga wisata International Musi Triboatton 2016 yang akan berlangsung di Sumatera Selatan pada 11-15 Mei 2016 akan diramaikan oleh sebanyak 16 tim dayung yang sudah siap untuk bertanding. Kegiatan ini adalah untuk mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful... Selengkapnya)

Sejarah Geologi Sesar Sumatera

Sejarah Geologi Sesar Sumatera

P 30 October 2018 ,

Sesar Sumatra atau sering juga disebut sesar Semangko adalah jalur patahan yang memanjang mulai dari Aceh di utara hingga ke daerah Lampung. Sesar Sumatra adalah bagian dari Tatanan Tektonik Indonesia. Sebelum kita mengenal lebih jauh, sebelumnya kita kenal dulu tatanan... Selengkapnya)

Danau Di Pulau Sumatera

Nama-Nama Danau Di Pulau Sumatera

P 28 October 2018 ,

Dapatkan Informasi Kawasan Wisata Danau Toba dan sekitarnya di TUTOBA.   At Listify our purpose is to help people find great local businesses like attractions, hotel, feature and restaurants. Go Explore! A Journey Wonderful Lake Toba.   TUTOBA atau Direktori... Selengkapnya)

Kopi Sumatra

Kopi Sumatra di Balik Filosofi Kopi

P 27 October 2018 ,

Kopi Sumatra merupakan salah satu varietas kopi yang berasal dari Pulau Sumatra yang bertekstur paling halus dan bercita rasa paling berat di antara beragam kopi di dunia. Untuk menyuguhkan secangkir kopi salah satu penentu adalah kopi yang digunakan untuk membuat minuman kopi menjadi filosofi kopi... Selengkapnya)

Orangutan Sumatra

Orangutan Sumatra

P 25 October 2018 ,

Orangutan Sumatra Orangutan Sumatera atau Pongo abelii adalah jenis orangutan yang hidup di hutan Sumatra maka termasuk hewan endemik dari Pulau Sumatra, namun sekarang hanya ditemukan di hutan-hutan Sumatra bagian tengah dan utara saja. Terdapat sekitar 13 daerah populasi orang... Selengkapnya)

Twitter@disumatera

Please fill all widget settings!